• Daftar Isi

  • Kategori

  • Ormas Nasional Demokrat

Etika dalam Profesi IT serta Perkembangan Dunia Teknologi

Peluang terjun menjadi professional di era digital sangat menggiurkan bagi mahasiswa saat ini. Booming yang terjadi di abad ke-20 membawa banyak di perubahan sektoral. Mulai dari kaitan individual maupun social, nasional ataupun multinasional. Di Negara berkembang seperti Indonesia saat ini memang memberikan prospek cerah buat kaum intelektual untuk memberikan perubahan dan pemikiran serta keahlianya di bidang teknologi informasi saat ini. Mulai terbukanya peluang baru tenaga kerja, kehadiran ilmu baru yang scientific dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Teknologi, Informasi dan Komunikasi bisa menjadi pilar-pilar pembangunan nasional yang bisa mengadaptasi di setiap lini permasalahan bangsa sebagai contoh menyerap tenaga kerja baru, mencerdaskan kehidupan bangsa dan sebagai alat pemersatu bangsa. Dalam mengaplikasikan ilmunya atau sebagai teknokrat menjalankan profesi IT bukan mudah dan bukan tidak sukar, yang terpenting adalah kita mampu menempatkan diri pada posisis yang benar. Profesi IT dianggap orang lain adalah profesi khusus karena keahlian yang ia miliki maka dari itu kita bisa menentukan tapi dengan ikatan yang jelas.

Profesi IT juga bisa dianggap sebagai 2 mata pisau, bagaimana yang tajam bisa menjadikan IT lebih berguna untuk kemaslahatn umat dan mata lainya bisa menjadikan IT ini menjadi bencana social, bencana ekonomi maupun krisis kebudayaan yang saat ini sering terjadi yaitu Pembuatan website porno, seorang hacker melakukan pengacakan rekening sebuah bank dan melakukan kebohongan dengan content-content tertentu.

Kita juga harus bisa menyikapi dengan keadaan teknologi, informasi dan komunikasi saat ini dengan arus besar data yang bisa kita dapat dengan hitungan per detik ataupun dengan kesimplean teknologi kita bisa melakukan pekerjaan kita menjadi praktis, tapi kita harus melakukan pembenahan terhadap teknologi sebagai inovasi untuk meringankan maupun memberantas resiko kejamnya teknologi itu sendiri. Dengan membangun semangat kemoralan dan sadar akan etika sebagai orang yang ahli di bidang IT . Tentu saja diharapkan etika profesi semakin dijunjung ketika jenjang pendidikan kita berlatar IT makin tinggi. Sedangkan keahlian dilapangan meningkat seiring banyaknya latihan dan pengalaman.

Pada kesempatan saat ini, bagaimana kita bisa menegakan etika profesi seorang teknokrat dan bagaimana kita bisa menjadi seorang teknokrat yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Kita harus bisa memberikan inovasi-inovasi pemikiran, gagasan produktif dan aksi nyata untuk perkembangan IT kedepan . bukan tak mungkin IT akan menjadi hal yang sistematis dalam perkembanagan bangsa kedepan dalam memajukan kegidupan berbangsa maupun bernegara

Kekhawatiran Kita, untuk Peradaban Bangsa Kedepan

Sungguh ironis jika mahasiswa sebagai kaum organik intelektual hanya menjadi manusia kampus belaka tanpa peduli lingkungan sosial dan tak memiliki sensitifitas sosial. Perkembangan zaman dan peralihan dari rezim ke rezim membawa peradaban bangsa di situasi yang sangat genting, dari isu skala nasional sampai daerah, pertanyaan saya “kemana mahasiswa itu yang mengaku sebagai penyuara rakyat?” kemiskinan merajalela, kapitalis menjadi penjajah pribumi. Sesungguhnya kita bisa menjadikan mahasiswa kembali dan tetap menjadi khitohnya sebagai intelektual yang menjembatani harapan-harapan masyarakat di pundak mahasiswa. Pada situasi dan kondisi saat ini mahasiswa terkungkung oleh dunia akademis belaka tanpa memikirkan kondisi lingkungan dan situasi terkini yang semestinya harus menjadi sebuah core solution bagi sekitar.

Ada beberapa aspek yang membuat mahasiswa cenderung menjadi manusia yang apatis terhadap sosial. Pertama Mahasiswa  kurang percaya diri akan kemampuanya untuk terjun langsung ke lingkungan dengan ilmu yang dia miliki, kedua mahasiswa hanya memikirkan untuk segera menyelesaikan kuliahnya untuk mencari pekerjaan dan yang ketiga pengalaman atau cerita historis yang membuat mahasiswa kini menjadi apatis karena kita dipertontonkan sebuah komedi politik belaka, segmentasi budaya bahkan diskriminasi sosial. Sangat ironis jika mahasiswa hanya menjadi boneka politik kaum elite yang melakukan maneuver-manuver politik untuk menjatuhkan lawan politiknya. Mahasiswa pasti memiliki kecermatan akan hal itu dan kita harus membuka diri terhadap perkembangan politik saat ini yang menjadikan mahasiswa sebagai alat untuk diperalat suatu elite politik bukan sebagai  subjek untuk memberikan solusi sebagai kaum intelektual organik .

Dewasa ini, kekhawatiran kami(mahasiswa)  bagaimana menata bangsa ini kedepan, bagaimana membangun kembali masa keemasan mahasiswa membangun Negara pada 1966 menemukan kehidupan politik yang berkualitas. Dan bagaimana melakukan penataan kembali perubahan nasional yang sekarang sudah terindikasi krisis multidimensional di setiap lini. Saya yakin mahasiswa mampu menjadi motor dengan semangatnya dan menjadi barometer dengan keilmuanya untuk melakukan perubahan. Bukan menjadi alat untuk diperalat saja karena mahasiswa bukan manusia yang buta akan kesadaran sosial melainkan kehilanagan percaya diri dan kurang diakomodir oleh gerakan yang benar.

Ada banyak hal positif bagi mahasiswa untuk menunjukan keintelektualanya yaitu dengan cara belajar dengan sungguh-sungguh, bergaul dengan seluruh unsur social untuk mendiskusikan apa yang mahasiswa bisa berikan untuk memberikan solusi yang bermanfaat dan menjadi pemimpin yang berkarakter dan mempunyai kapabilitas di bidangya sehingga mahasiswa berdiri pada tempatnya sebagai motor aspirasi masyarakat demokrasi modern. Dan urgensinya saat ini adalah bagaimana membangun semangat mahasiswa saat ini dan menyatukan mereka menjadi satu kesatuan yang mempelopori perubahan yang sistematis untuk kehidupan peradaban bangsa, bukan hanya untuk elite politik yang membutuhkan mahasiswa menjadi manuver demonstrasi politik saja tanpa basis keilmuan yang kuat dan jelas.

Tuding Partai Kecil Tak Pede, Nasdem Siap Ambang Batas 5 Persen

RMOL.Sampai saat ini sejumlah partai menengah dan kecil menolak kenaikan ambang batas parlemen menjadi 4 persen seperti disampaikan Partai Demokrat. Tapi tidak bagi Partai Nasdem. Partai ini bahkan siap dengan ambang batas 5 persen, sesuai dengan usul Golkar dan PDI Perjuangan.

“Setuju 5 persen. Karena semangat bikin parliamentary treshold itukan ingin membatasi partai politik. Memang demokrasi itu akan berjalan sehat kalau partai politik itu juga tidak terlalu banyak,” kata Sekjen DPP Partai Nasdem Ahmad Rofiq kepada Rakyat Merdeka Onlinepagi ini.

Nah, menurutnya, menaikkan ambang batas merupakan mekanisme yang paling demokratis untuk membatasi jumlah partai politik. Bila sebelumnya ambang batas 2,5 persen sudah diuji, jadi kalau hari ini ada pembahasan perubahan parliamentary treshold paling tidak harus dinaikkan 100 persen.

“Artinya masyarakat akan menguji seberapa besar daya juang partai-partai itu untuk meraih simpati masyarakat,” jelasnya.

Rofiq tidak menerima alasan partai politik yang menolak kenaikan ambang batas dimana akan menghilangkan suara rakyat. Karena, pada 2009 dengan ambang batas 2,5 persen, diperkirakan hampir 20 juta suara hilang, tidak memiliki wakil di parlemen.

“Itukan alasan mengada-ada dari ketidakpedean partai-partai politik. Apa bedanya pemberlakukan parliamentary treshold 2,5 persen dulu diwajibkan. Kan banyak juga suara-suara hilang. Ada 17 partai yang hangus gara-gara tidak lolos parliamentary treshold. Nah sekarang mau dinaikkan mereka buru-buru menolak. Mestinya masyarakat itu diajarkan tentang membangun demokrasi yang sehat, bukan akal-akalan,” tandasnya

Partai NasDem Masuk Bursa Pemenang Pemilu

JAKARTA–MICOM: Partai NasDem menjadi salah satu partai baru yang fenomenal. Namanya disebut responden dalam hasil survei Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) sebagai salah satu kandidat partai pemenang pemilu.

Direktur Eksekutif SSS Toto Sugiarto mengatakan fenomena Partai Nasdem menempatkan partai tersebut pada peta politik nasional.

“Jika eksistensi partai baru semacam Nasdem semakin menguat, tidak tertutup kemungkinan suatu saat terjadi rotasi di Senayan. Partai lama yang mengecewakan publik akan tergusur dan digantikan oleh partai baru yang menjadi tumpuan harapan baru rakyat,” ujar Toto di Jakarta, Rabu (26/10).

Seperti diuraikan, responden mendapatkan informasi mengenai aktivitas partai politik dari TV nasional (47,7%), aktivitas parpol (25,2%), koran nasional (6,5%), koran lokal (6,1%), TV lokal (4,4%) dan internet (2,8%).

Naiknya nama Partai Nasdem sebagai tumpuan baru harapan rakyat juga membawa tokoh nasional Surya Paloh sebagai salah satu kandidat yang perlu diperhitungkan dalam pemilu mendatang. Pria yang lekat dengan kata ‘restorasi’ tersebut mendapatkan suara sebesar 2,5 persen dalam survei kali ini.

Sementara itu hasil survei untuk partai yang dipilih publik sebagai partai pro-rakyat adalah PDI Perjuangan (19,1%), Golkar (15,3%), Gerindra (12,9%) Demokrat (12,9%), dan PKS (8,3%).

Spirit Membangun Kelompok Bisnis

Dari Talk Show Persatuan Pelajar Indonesia, TIDAK hanya saja kuliah di luar negeri, mahasiswa yang tergabung dalam PPI memiliki beragam program kegiatan. Termasuk untuk mengiatkan entrepreneurship yang diprogram dalam kegiatan IdEAs, 9 Juli lalu di Jakarta. Berawal dari ide tim panitia simposium internasional Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) 2010 di London (23/10) 2010 lalu, dibentuk Asosiasi Kewirausahaan Indonesia (IdEAs).

IdEAs itu menjadi wadah untuk kegiatan wirausahawan terutama dari kalangan mahasiswa dan yang bergabung dengan PPI. Bentuk kegiatan yang digelar tim IdEAs misalnya talk show tentang entrepreneurship. Mengupas tema peluang bisnis dan menjadi entrepreneur bagi anak muda “Talk show itu juga sekaligus agenda peluncuran, IdEAs,” kata Ketua Umum IdEAs Andrew Sutedja yang juga lulusan Sheffield University, Inggris.

Selain itu, menurut Directur IdEAs Ananda Setya Ivananto gerakan entrepreneurship, tidak hanya menjadi wadah kegiatan IdEAs. Namun untuk mengiatkan gerakan kewirausahaan bagi PPI yang menyebar di puluhan negara. Dengan begitu, PPI juga ambil bagian untuk berperan menyebarkan virus entrepreneurship. Bekerjasama dengan organisasi dan komunitas pemuda untuk menggairahkan iklim usaha di Indonesia. “Tujuan kami, antara lain untuk menjadi inisiator, inkubator dan akselerator kewirausahaan di seluruh Indonesia. Bersinergi dengan komunitas pemuda, mahasiswa Indonesia di luar negeri, dan lembaga akademik. Begitu pula dengan sektor swasta dan pemerintah,” ucapnya.

IdEAs juga akan ambil bagian dalam gerakan Global Entrepreneurship Week (GEW) yang puncaknya digelar pada 14-20 November mendatang.Kegiatan gerakan entrepreneurship se dunia itu diselenggarakan Kauffman Foundation, Amerika Serikat. Sedangkan untuk Country Host GEW Indonesia dilakukan Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC). Juga mendukung gerakan Global Entrepreneurship Program Indonesia (GEPI). Peluncuran IdEAs ini didukung Mendag Mari Elka Pangestu Dirjen Kemendagri Hesti Indah Kresnarini. (yer)

sumber: Jakarta.Indopos.co.id

%d blogger menyukai ini: