• Daftar Isi

  • Kategori

  • Ormas Nasional Demokrat

Transformasi Masyarakat Baru

Masyarakat adalah suatu konsep sosial . terdapat perbedaan yang nyata antara konsep masyarakat dengan konsep kolektif. Mempertukarkan keduannya mengandung kerancuan pemikiran. Konsep kolektif menggambarkan kumpulan manusia orang per orang secara fisik yang biasanya didasarkan atas karateristik uniformitas. Sebaliknya, konsep masyarakat menggambarkan bekumpulnya manusia atas dasar sukarela yang tidak hanya terjadi secara fisik saja tetapi juga berupa keterikatan dan keterkaitan batiniah. Dalam konsep masyarakat terkandung makna kesatuan antara kebhinekaan (diversity) dan kekhasan (uniqueness). Kebhinekaan dengan demikian menjadi sifat tuntutan masyarakat agar komunitas yang dinamis selalu terwujud. Konsep masyarakat mengenal kepentingan bersama yang tanpa mengorbankan kepentingan individu. Oleh karena itu, “what is common to all” merupakan pertanyaan mendasar yang perlu dikomunikasikan atau didialogkan antar anggota untuk menemukan “common demonitator” dalam menjalin keterkaitan dan saling ketergantungan dengan tujuan yang sama.

Masyarakat mengalami proses evolusi. proses evolusi ini pada dasarnya adalah proses rekonstruksi secara berkesinambungan, yaitu yang lama secara perlahan digantikan yang baru. Proses evolusi merupakan proses meningkatnya kompleksitas suatu sistem. Meningkatnya kompleksitas ini diimbangi pula oleh makin meningkatnya stabilitas sistem tersebut. Daya inovasi masyarakat merupakan kunci terjadinya proses perubahan itu. Hanya melalui inovasi yang terjadi secara terus menerus masyarakat memiliki kemampuan untuk mengatasi permasalahan dan tantangan yang acapkali diciptakannya sendiri. Dalam dua abad terakhir ini , proses kontruksi-rekontruksi sistem sosial terjadi makin cepat sebagai akibat revolusi teknologi.

Kontruksi masyarakat apa yang dapat menghasilkan suasana seperti itu pada zaman nanti, yaitu zaman globalisasi? Dari berbagai literatur dalam zaman globalisasi terdapat empat ciri yang sifatnya esensial. Pertama, economic drive merupakan pemacu perilaku masyarakat. Kedua, monetary incentives hamper sebagai satu-satunya tolok ukur umum. Ketiga, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai instrument utama keunggulan suatu bangsa. Keempat, keadilan atau ketidakadilan menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan. Jadi, terwujudnya masyarakat baru yang maju, mandiri, sejahtera dan berkeadilan yang kita cita-citakan itu akan sangat tergantung dari kemampuan masyarakat  untuk dapat menyesuaikan diri dengan ciri-ciri tersebut.

Proses kontruksi dan rekontruksi, atau perubahan dari lama menjadi baru, direkayasa agar berlangsung secara sistematis dan kontinyu. Proses ini kita kenal dengan istilah”pembangunan”. Dalam konteks pembangunan Negara kita, formulasi tentang masyarakat baru yang kita cita-citakan itu menurut saya, tak lain adalah amanat GBHN, yaitu bahwa masyarakat baru itu adalah yang maju, mandiri, berkeadilan, bebas dan sejahtera.

Tinggalkan komentar

Kritik dan Saran

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: