• Daftar Isi

  • Kategori

  • Ormas Nasional Demokrat

Jakarta butuh Figur, Eksploitas, dan Refreshing

Kondisi Jakarta yang terjadi saat ini jauh dari ekspektasi warga Jakarta saat pemilu 2007 silam saat kumandang serahkan Jakarta pada ahlinya. Kondisi yang terdemografijauh dari aspek-aspek kehidupan layak huni sepantas ibukota , apalagi Indonesia sebagai Negara berkembang. Dengan banyaknya jumlah populasi penduduk Jakarta seakan-akan sesak keruwetan yang terjadi jauh dari visi. Kita sebagai warga Jakarta yang berdomisili dijakartapun mulai bosan dengan kesumpekan yang ada, namun apa dikata sebagai kota admistratif pemerintahan pusat Jakarta masih menjadi objek warga Indonesia.

Seyogyanya Jakarta sebagai barometer dengan provinsi provinsi lain yang ada di Indonesia dan menjadi orientasi perkenalan Indonesia kepada dunia harus melakukan incharge yang makro dalam suatu kebijakan afirmatif oleh pemerintah provinsi. Jakarta butuh seorang pemimpin bukan pemimpi yang memiliki figur berani, tegas dan otokritik terhadap warganya maupun kondisi yang ada dijakarta saat ini. Menjelang pilgub 2012 banyak bakal calon yang akan diprediksikan menjadi DKI1 dan DKI2 tapi sampai saat ini belum ada yang benar-benar real mendeklarasikan dirinya untuk memipin Jakarta, hanya sebatas banner dan lainnya.

Jakarta juga membutuhkan sebuah gerakan, sebuah aksi. Gerakan yang berawal dari sebuah gagasan untuk mengeksploitas beberapa kondisi yang harus diikat oleh paying hokum yang jelas ambil contoh sebuah pergub. Dari soal kemacetan yang setiap hari melanda Jakarta sampai masalah persampahan di Jakarta. Maka dari itu pergub itupun harus dieksploitas dan dikoreksi. Karena kalau tak ada penggalian secara dalam dan pengkoreksian pergub. acap kali tindakan yang dilakukan dilapangan nihil hasil, hanya menjadi instrumentasi biasa. Maka dari itu Jakarta mau tidak mau harus mendapatkan pemimpin yang berani, tegas dan mau menerima kritik dari warganya jika ia salah, ia mau meminta maaf kepada masyarakat.

Jakartapun membutuhkan refreshing dengan kondisi Jakarta saat ini. Saya berpendapat jika Jakarta tidak bergerak secara tegas, sebelum 2014 jakarta sudah lumpuh dengan kemacetan, banjir dimana-mana dan pengganguran akan membludak di Jakarta ini. Seperti pembangunan taman kota, saya ambil contoh penggusuran rumah warga yang terdapat di rawasari yang semula akan dijadikan taman kota berganti proyek menjadi pembangunan griya apartemen. Sungguh ironis sekali, kita perlu melakukan koreksi yang terjadi pada persoalan-persoalan Jakarta, apakah kebijakan itu sudah mempunyai nilai optimasi untuk perkembangan provinsi atau menimbulkan masalah baru diatas masalah lawas. Toh jika kita bersama masyarakat, Jakarta pasti mempunyai solusi alternative atas kegalauan masyarakat Jakarta terhadap Jakarta itu sendiri.

Tinggalkan komentar

Kritik dan Saran

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: