• Daftar Isi

  • Kategori

  • Ormas Nasional Demokrat

Kekhawatiran Kita, untuk Peradaban Bangsa Kedepan

Sungguh ironis jika mahasiswa sebagai kaum organik intelektual hanya menjadi manusia kampus belaka tanpa peduli lingkungan sosial dan tak memiliki sensitifitas sosial. Perkembangan zaman dan peralihan dari rezim ke rezim membawa peradaban bangsa di situasi yang sangat genting, dari isu skala nasional sampai daerah, pertanyaan saya “kemana mahasiswa itu yang mengaku sebagai penyuara rakyat?” kemiskinan merajalela, kapitalis menjadi penjajah pribumi. Sesungguhnya kita bisa menjadikan mahasiswa kembali dan tetap menjadi khitohnya sebagai intelektual yang menjembatani harapan-harapan masyarakat di pundak mahasiswa. Pada situasi dan kondisi saat ini mahasiswa terkungkung oleh dunia akademis belaka tanpa memikirkan kondisi lingkungan dan situasi terkini yang semestinya harus menjadi sebuah core solution bagi sekitar.

Ada beberapa aspek yang membuat mahasiswa cenderung menjadi manusia yang apatis terhadap sosial. Pertama Mahasiswa  kurang percaya diri akan kemampuanya untuk terjun langsung ke lingkungan dengan ilmu yang dia miliki, kedua mahasiswa hanya memikirkan untuk segera menyelesaikan kuliahnya untuk mencari pekerjaan dan yang ketiga pengalaman atau cerita historis yang membuat mahasiswa kini menjadi apatis karena kita dipertontonkan sebuah komedi politik belaka, segmentasi budaya bahkan diskriminasi sosial. Sangat ironis jika mahasiswa hanya menjadi boneka politik kaum elite yang melakukan maneuver-manuver politik untuk menjatuhkan lawan politiknya. Mahasiswa pasti memiliki kecermatan akan hal itu dan kita harus membuka diri terhadap perkembangan politik saat ini yang menjadikan mahasiswa sebagai alat untuk diperalat suatu elite politik bukan sebagai  subjek untuk memberikan solusi sebagai kaum intelektual organik .

Dewasa ini, kekhawatiran kami(mahasiswa)  bagaimana menata bangsa ini kedepan, bagaimana membangun kembali masa keemasan mahasiswa membangun Negara pada 1966 menemukan kehidupan politik yang berkualitas. Dan bagaimana melakukan penataan kembali perubahan nasional yang sekarang sudah terindikasi krisis multidimensional di setiap lini. Saya yakin mahasiswa mampu menjadi motor dengan semangatnya dan menjadi barometer dengan keilmuanya untuk melakukan perubahan. Bukan menjadi alat untuk diperalat saja karena mahasiswa bukan manusia yang buta akan kesadaran sosial melainkan kehilanagan percaya diri dan kurang diakomodir oleh gerakan yang benar.

Ada banyak hal positif bagi mahasiswa untuk menunjukan keintelektualanya yaitu dengan cara belajar dengan sungguh-sungguh, bergaul dengan seluruh unsur social untuk mendiskusikan apa yang mahasiswa bisa berikan untuk memberikan solusi yang bermanfaat dan menjadi pemimpin yang berkarakter dan mempunyai kapabilitas di bidangya sehingga mahasiswa berdiri pada tempatnya sebagai motor aspirasi masyarakat demokrasi modern. Dan urgensinya saat ini adalah bagaimana membangun semangat mahasiswa saat ini dan menyatukan mereka menjadi satu kesatuan yang mempelopori perubahan yang sistematis untuk kehidupan peradaban bangsa, bukan hanya untuk elite politik yang membutuhkan mahasiswa menjadi manuver demonstrasi politik saja tanpa basis keilmuan yang kuat dan jelas.

Tinggalkan komentar

Kritik dan Saran

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: